Hari
ini ada rasa yang membuat aku sedih yang membuncah. Ingin sekali rasa ini aku
rangkai dalam untaian nada dan kata indah, tapi tidak ada kata-kata yang
bisa mewakili rasa sakit dan pedih yang aku rasakan saat ini, dan rasanya ingin
sekali menghabiskan waktu dengan cepat untuk menyelesaikan kesedihanku ini.
Malam ini hidupku terasa sepi tanpanya, setiap detik setiap saat hanya kekosongan
yang ada dalam benakku. Tubuhku terasa tak berdaya tanpa dia di sampingku. Dunia
terasa begitu sepi dan gelap.
Setiap
kali mengingat dia, selalu saja melelehkan air mata. Aku tak suka ini. Betapa
cinta menjadikan aku cengeng. Aku menangis lagi hari ini. Memukul tembok lagi.
Tersayat perih lagi. Ingin berhenti sebenarnya. Tapi tetap, ingatan yang sering
kali melayang padanya membuatku luruh. Begitu pedih kali ini sakit yang terasa.
Mengalirkan darah dan air mata lebih banyak. Begitu membekas, tertoreh diatas
luka lama.
Setiap
kali aku melihat ke belakang, bayang masa lalu mentertawakanku. Betapa jauhnya
perubahan yang telah dilakukan seorang dia padaku. Menangis karena cinta? Dulu
akulah orang yang akan tertawa paling keras ketika ada teman yang mengadu
tentang perjalanan cintanya yang tersandung dan membuatnya jatuh. Tapi kali
ini, aku yang menggelepar menahan sakit dan akhirnya aku mengerti mengapa
mereka tersedu ketika itu. Maka, tertawakanlah aku, karena aku tak peduli.
karena aku hanya ingin dia….
