Di
awal ceritaku ini akan aku ceritakan sebuah pengalamanku yang selalu dibeda -
bedakan dengan kedua Kakak – kakakku dan mama selalu menyalahkan aku bahkan aku
pun selalu salah dimata mamaku. Hingga suatu hari aku jatuh sakit, sedikitpun
mama gak pernah menanyakan kondisi aku. Kini hati mulai berfikir negatif dan
selalu bertanya - tanya "apakah aku ini anaknya atau anak tirinya?"
begitu banyak pertanyaan itu yang selalu ada di fikiranku.
"Oh
Tuhan harus kemana aku mengadu dan akan aku bawa kemana penderitaanku ini"
hari demi hari aku selalu dengan bersabar untuk menghadapi semua penderitaanku
ini, langkah demi langkah aku lalui. Suatu ketika aku hampir Ujian Sekolah aku
berharap mamaku mendukungku, tapi ternyata harapanku hanyalah sia – sia saja
dan aku berkata "yaaah biarlah, biar tuhan yang akan mendukungku"
meski dalam hati aku selalu menangis namun aku harus tetap tegar untuk menjalaninya.
Aku
pun pernah ribut besar dengan Kakakku dan mamaku pasti selalu memihak Kakakku
dan tanpa pikir panjang aku bicara seperti ini "mama sadarkah akan sifat
mama yang selalu menyakitiku.?aku sedih akan sifat mama ini, mama tidak pernah
menganggapku ada bahkan aku selalu di salahkan, mama selalu menyepelehkan aku,
aku selalu salah dimata mama, mama aku angga apa ini?, mama itu pilih
kasih", apakah aku pernah membuat ulah atau menyakitkan mama? g
kan!!!!Mungkin aku ditakdirkan seperti ini sepanjang waktu dan sejak
pertengkaran itu aku gak banyak bicara dengan mama m`upun Kakakku, namun
tetangga – tetanggaku selalu bertanya – tanya kepadaku "dik kenapa nasib
kamu selalu begini gak pernah ada kasih sayang dari orang tua", bahkan
anak tetanggaku juga bertanya dan aku pun menjawab sambil tertawa meski hati
sakit "hehehehehehehe karna aku yaaahh gini da hidupku
heheheheheh........!"
Sebulan
tlah berlalu kini aku mulai menenangkan diri ini menahan amarah yang selalu aku
dengar dari telingaku, tak lama kemudian aku pun punya teman yang selalu
menenangkan aku, bahkan dia juga yang selalu memberikan aku semangat......!
selalu banyak canda tawa bersama, kini kutemukan arti sebuah persahabatan.
Disaat sedihku datang Riski pun selalu menenangkan aku dan memberikan usul dan
sepotong rokok Riski pun berkata "nih coba isep do meski satu kali saja
nih rokok dapat nenangin diri" aku pun gak mikir dua kali langsung saja
aku coba "bener katanya kamu Riski" sejak itu aku pun mulai mencoba
meski aku sering sakit - sakitan. aku pun hanya merokok di saat aku sedih saja.
Setahun
kemudian aku tak pernah tau apa yang aku derita selama ini, ternyata lama
kelamaan penyakitnya aku semakin menjadi – jadi, penyakit yang aku alami selama
ini ternyata pembuluh darahku semakin menyempit dan penyakit paru – paruku
kambuh lagi dan aku berfikir dengan apa yang aku alami ini apakah orang tuaku
akan perhatian kepadaku? ternyata aku bukan di perhatiin sama mama ku malah
yang aku dengar hanyalah sebuah caci makian..... Oh Tunah hidup ini kejama tak pernah
ada belas kasihan, hidupku ini bagaikan kapas yang terombang ambing mengikuti
angin pergi...... tapi aku yakin tuhan masih ada dan akan selalu ada..... ku
ikhlasakan apa adanya aku, tanpa aku harus mengeluh, karena ku yakin Tuhan
lebih tahu, tak perlu ada air mata yang mengalir.
Kini
akhirnya aku lulus sekolah dan nilai yang aku peroleh cukup memuaskan, tapi itu
semua tidak ada harganya di mata mamaku… tetap saja aku selalu salah dimata
mama dan kakak - kakakku selalu benar, mulai dari situ aku jadi malas belajar,
aku malas melakukan apapun… karena apapun yang kulakukan tidak pernah dihargai
dan selalu disepelehkan…malah karena sikap mamaku itu aku pernah berniat bunuh
diri…saat itu otakku kosong, yang ada hanya airmata menghiasi pipiku.
Kini
aku mencoba untuk meneruskan kuliah di Universitas STTNJ dan mama berkata
"terserah kamu saja sudah, kan kamu kuliah sendiri bukan mama yang kuliah
yaah terserah kamu saja sudah"....lama kelamaan aku gak bisa menjalanin
kuliahku soalnya biaya dari mana aku dapatkan bahkan mama gak ngasik uang
speser pun sama aku emang sihh udah gak peduli dengan aku, sedangkan aku belum
bekerja. akhirnya aku putuskan untuk berhenti kuliahku.... mau gak mau aku
harus cari kerja kalau perlu keluar Kota....
Suatu
ketika aku bertemu dengan seorang gadis jelita, tapi gak akan ngerubah keadaan
hidupku..... lama kelamaan aku kenal dia, emang sihh aku sayang dia...... namun
bukan berarti aku harus memilikinya, tapi kini aku sudah mati rasa gak ada rasa
kasih sayang lagi di hatiku ini, yang ada hanya amarah yang selalu membarah di
dalam hatiku, tapi aku anggap dia hanya sebatas adik dan kakak....... hingga
kemudian hari aku sering bercerita tentang nasib yang aku deritakan selama
ini..... sejak kepergian Riski Bella datang menemaniku ternyata adikku Bella
asik juga diajak ngobrol, sejak itu juga adik Bella sudah aku anggap sebagai
saudaraku sendiri bahkan aku bela – belain demi dia, bahkan aku rela
mengorbankan hidupku hanya demi dia, karna hidupku sudah gak ada artinya lagi,
karna itu di dalam kehidupanku, aku sudah tidak punya siapa - siapa.......
Sampai
sekarang kami selalu bersama meski adikku ini sudah ada yang memilikinya....
ceritaku ini gak akan aku lupakan sampai kapan pun......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar